feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count

Toshiba NB200, Memikat


Wiwiek Juwono
Panel keyboard-nya lega, tombol-tombol dibuat menyembul ke luar dari panel dan memiliki sela/gang antara tombol - mirip di keyboard PC desktop.
Artikel Terkait:

* Quantel X10, Harganya Kompetitif
* Elevo Cocoon Mantis A10116, Sertakan Dongle Bluetooth
* BenQ Joybook Lite U101, Netbook Bandel
* Advan A1N70T, Netbook Murah


Rabu, 20 Mei 2009 | 09:42 WIB

Saat pertama kali memandangnya, kami langsung jatuh hati. Casing atasnya yang berwarna coklat dengan corak garis-garis melintang itu sungguh lain dari lain. Cakep. Terbuat dari alumunium, casing ini ogah mengumpulkan jejak sidik jari, sehingga kebersihan dan kecantikan Toshiba NB200 selalu terjaga.

Tepat di tengah casing, merek Toshiba dipasang dalam ukuran besar dan dalam huruf yang mengilap. Badan notebook mini ini – begitu Toshiba menyebutnya – menarik. Seluruh badan tampak terbuat dari satu kesatuan yang tanpa sambungan.

Engsel Kokoh
Lihat juga engselnya. Engsel berbentuk membulat, menyatu dengan bagian badan, menyiratkan kesan benar-benar kokoh. Bagian tengah engsel yang berlapis krom mengilap itu memamerkan sebuah gelang transparan. Inilah tombol on/off. Tombol ini bisa dilihat dari luar casing, maupun dari dalam. Jika ditekan, tombol akan menyala putih dengan pinggiran kecoklatan, amat serasi dengan engsel dan juga cover NB200 yang coklat. Jangan kuatir notebook mini, begitu Toshiba menyebut perangkat yang biasanya dipanggil netbook ini, menyala tak terkendali. Penekanan tombol saat cover notebook dalam keadaan tertutup tidak akan menimbulkan efek apa pun.

Saat kami buka casingnya, pola coklat bergaris melintang juga menghiasi sekeliling panel layar LCD 10,1”-nya. Layar tampak cemerlang dan jernih. Namun jika dilihat di bawah terik matahari langsung, layar kurang nyaman dilihat, terganggu efek pantulan.

Webcam Ber-LED
Mari kita lihat dulu panel layar LCD ini. Di bagian atas tengah bingkai layar, tampak tiga lubang kecil. Yang paling kanan adalah LED yang akan berwarna biru ketika Webcam yang ada tepat di sebelahnya diaktifkan.


Sederet dengan Webcam dan indikator LED tersebut adalah ‘lubang’ yang merupakan mikropon. Tidak ada apa pun lagi di bingkai panel LCD ini, kecuali dua tonjolan karet bulat kecil di sudut kiri dan kanan atas dan merek Toshiba tengah bawah bingkai layar.

Keyboard Timbul
Sekarang yuk pindah ke panel keyboard. Wah, yang ini pun lain dari mayoritas netbook. Lihat keyboard-nya yang benar-benar menyatu dengan casing yang berwarna silver itu. Tombol-tombol keyboard tampak menyembul keluar (raised) dari panel. Uniknya lagi, berbeda dengan mayoritas netbook, antar tombol tidak saling menyentuh, alias terpisah oleh sebuah ‘gang.’ Ini mengingatkan kami pada tatanan keyboard pada sebuah merek notebook Jepang lainnya.

Tombol-tombol keyboard ini cukup lebar, dan sangat nyaman diketuk. Mereka yang jari-jemarinya gemuk pun tidak harus merapat-rapatkan ke-10 jemarinya saat mengetik. Juga tidak butuh tekanan kuat untuk mengetuk tombol keyboard. Masih terdengar suara tak-tik saat tombol-tombol ditekan, dan khususnya saat tombol Spacebar ditekan, tetapi tidak terlalu mengganggu.

O ya, tombol CAPS LOCK yang ada di sisi kiri ternyata dilengkapi dengan indikator LED. Indikator akan menyala hijau muda ketika CAPS LOCK diaktifkan. Kendati kecil, tambahan ini bermanfaat karena sekali pandang kita akan tahu apakah fitur huruf besar itu aktif. Pada notebook mini lainnya, fitur CAPS LOCK adakalanya ditandai dengan icon di sudut bawah kanan layar, yang diaktifkan melalui program tambahan.

Yang juga menarik perhatian adalah panel touchpad. Lebar dan bersalur melintang, touchpad ini responsif. Dua tombol (kanan dan kiri) yang ada di bawah touchpad ini juga besar dan lebar, enak dan mudah dijangkau.

Satu yang agak kami sayangkan adalah agak kurang tegasnya simbol yang menunjukkan fungsi shortcut pada deretan tombol paling atas (ESC, F1-F12, PRTSC, HOME, END), dan juga pada deretan angka yang memiliki fungsi rangkap. Akibat terbatasnya ruang pada tombol-tombol yang berukuran lebih kecil dari tombol utama, icon – antara lain untuk volume, kontras, Wi-Fi – ditampilkan lebih tipis sehingga agak sulit dilihat. Kami juga menguatirkan daya tahan (luntur/tidaknya) tulisan di setiap tombol.

Belakang, Kanan, Kiri, Depan, Bawah
OK, kita sudahi dulu pembicaraan seputar keyboard. Kita alihkan perhatian ke sisi-sisi NB200. Kita mulai dengan bagian belakang. Tidak ada apa-apa di bagian belakang ini, kecuali lokasi batere. Batere 3-cell bawaan NB200 diwarnai silver, sama dengan warna bagian bawah notebook mini ini.

Yuk kita pindah ke sisi kanan. Di sisi ini, dekat engsel, berjajar lubang security lock (Kensington lock) dan jack DC-in. Di sisi yang sama, tapi di arah depan, tampil dua port USB 2.0. Tidak ada apa-apa lagi di sini.

Kita kitari notebook mini ini searah jarum jam. Di arah depan, pada sisi kanan terlihat deretan indikator LED. Total ada delapan indikator LED di sisi kanan depan ini. Masing-masing menunjukkan (urut dari kiri ke kanan) status nirkabel (Wi-Fi/Bluetooth), catudaya listrik (hijau), batere (hijau: penuh, orange: charging), menyalanya notebook (hijau: hidup, orange: standby), harddisk (hijau: sedang akses), slot kartu memori (hijau: akses), panah kunci (hijau: Fn aktif), dan numeric lock (tahan Fn dan Shift untuk mengaktifkan).

Penempatan di bagian depan ini agak kami sayangkan, karena mengharuskan kita sedikit mengangkat unit ketika ingin melihat salah satu indikator tersebut, misalnya status batere. Memang di desktop tray juga dihadirkan icon-icon tersebut, tetapi akan lebih nyaman jika status tersebut juga dapat dilihat dengan mudah dan cepat saat unit sedang digunakan.

Ada apa lagi di bagian depan ini selain 8 indikator LED? Ada sebuah slot SD/SDHC/MMC. Letaknya di ujung kanan unit. Dorong masuk saja kartu memori Secure Digital atau MMC, dan kartu akan langsung dikenali oleh unit. Tidak semua bagian kartu SD ditelan oleh slot, tersisa sedikit ujung kartu. Sisa kartu ini digunakan untuk mengeluarkan kartu dari slot dengan cara menekannya masuk. Bak berpegas, kartu akan terdorong keluar, siap untuk kita ambil.

Bagaimana dengan sisi kiri? Sisi kiri ini lumayan padat. Di arah depan, ada sebuah port USB 2.0 yang merangkap sebagai eSATA. Port yang satu ini istimewa, karena tetap dapat dipakai mengisi ulang batere perangkat berkonektor USB, seperti MP3 player, saat NB200 tidak menyala, maupun dalam kondisi hibernate. Fitur ini harus diaktifkan terlebih dulu via USB Sleep and Charge yang ada di dalam Utilities. Kami sukses menjajal pengisian ulang daya batere Li-Ion yang bercokol di dalam sebuah MP4 player merek Kingston.

Tepat di sebelah port USB/eSATA ini berderet-deret ke arah belakang adalah port LAN, port headphone, port mikropon, kisi-kisi sirkulasi udara, dan port VGA-out.

Di bagian bawah palmrest unit, sisi kanan, tertanam sebuah speaker. Penempatan seperti ini kurang kami sukai karena menyebabkan suara kurang mantap terdengar. Suara yang diperdengarkan via Windows Media Player memang terdengar kurang bertenaga, kendati disetel pada volume maksimal.

Di bagian bawah ini juga terdapat slot memori. Cukup mudah membukanya, karena hanya ada satu sekrup yang menahan slot tersebut. Sayangnya, slot yang tersedia hanya satu, sehingga untuk meng-upgrade RAM kita harus mengganti seluruh modul menjadi 2GB.

Aplikasi Khusus
Apa lagi keistimewaan NB200? Hmm, aplikasi bawaannya. Banyak aplikasi khas Toshiba yang ditanamkan dalam NB200 yang bersistem operasi Windows XP Home Edition SP3 ini. Ini dikumpulkan dalam folder Toshiba (Start*All Programs*TOSHIBA). Sebenarnya ini adalah aplikasi-aplikasi umum, tetapi penyediaannya di satu tempat memang menyenangkan karena memudahkan pengguna, khususnya yang awam.

Contohnya adalah ConfigFree untuk Networking. Ini untuk mempermudah pengaturan jaringan. Jika sudah diaktifkan, tinggal klik mouse untuk mengaktifkan fitur nirkabel, tanpa perlu pusing memikirkan harus masuk kemenu mana.

Yang juga istimewa adalah harddisk (Start*All Programs*TOSHIBA*Utilities). Harddisk pada NB200 dilengkapi dengan system proteksi terhadap guncangan. Sistem ini harus diaktifkan dulu. Saat system mendeteksi adanya guncangan, misalnya saat unit diangkat atau digoyang-goyang, Toshiba Head Protection akan bereaksi dengan langsung memarkir kepala (head) harddisk ke tempat aman sehingga data yang ada di piringan yang sedang berputar tidak mengalami kerusakan/terkorupsi. Jika 3D Viewer diaktifkan, setiap kali unit terguncang, di layar akan ditampilkan simulasi pemarkiran head tersebut.

Mereka yang penglihatannya agak bermasalah juga pasti menghargai kemudahan memperbesar/memperkecil font melalui utiliti Zooming. Untuk memperbesar font di layar secara instan, tinggal tekan tombol Fn+2. Untuk memperkecilnya, tekan Fn+1. Tidak perlu repot cari-cari dari menu.

Yang juga menarik dicoba adalah Webcam. Aktifkan dulu aplikasi yang disertakan, Camera Assistant Software. Setelah diaktifkan, di tray akan tampak icon kamera, pertanda aplikasi sudah aktif. Nah, kini di aplikasi mana pun Anda bisa mengambil foto diri, klip video, maupun merekam suara, tanpa harus keluar dulu dari aplikasi tersebut.

Kami mencobai Camera Assistant Software saat sedang mengetik ulasan ini. Untuk memunculkan aplikasi kamera Web ini, tinggal geser kursor ke ujung kiri bidang layar. Di sana akan muncul menu Web Camera. Tekan icon kedua untuk memulai (start) Webcam. Di sisi kiri layar akan muncul layar dan kita bisa mulai merekam apa saja (gambar, klip video, suara). Letak layar – di sisi kiri, kanan, atau atas - bisa diatur dari Settings.

Di tool Settings ini, kita juga bisa mengatur besarnya resolusi gambar dan video, maupun kualitas suara yang akan direkam. Untuk gambar, disediakan pilihan resolusi maksimal 640x480) dan minimal (160x120). Gambar boleh disimpan dalam tiga format: JPEG, BMP, PNG ke lokasi yang kita tentukan sendiri, disertai opsi tanggal pengambilan gambar.

Sedangkan untuk video, pilihan yang tersedia mencakup frame rate (30fps – 5fps), resolusi (640x480 – 160x120), dan kompresi (no compression, DV Video Encoder), serta penampilan tanggal, perekaman audio, dan opsi memutar video seusai direkam.

Toshiba juga menyediakan 19 efek menarik membingkai gambar yang ditangkap (pilih Effects, atau icon bergambar bintang, lalu pilih Decorations). Sedikit pengaturan juga bisa dilakukan via Properties (icon di urutan ketiga). Ini seperti backlight compensation dan night mode.

Selain ditambahi efek seperti daun-daunan atau gambar kepik, kita juga bisa menghadirkan isi desktop bersama gambar diri. Menangkap (capture) isi desktop pun mudah saja, tinggal pilih Effects, lalu pilih Desktop dan seleksi gambar yang diinginkan, misalnya apa yang sedang ditayangkan di layar saat ini.

Kualitas gambar diam yang dihasilkan Webcam 1,3 megapixel ini cukup baik, selama pencahayaan memadai. Hasil foto bisa langsung dikirim via e-mail pada ukuran asli atau ukuran yang sudah diperkecil. Sementara itu kualitas video yang direkam sebagai MOV itu juga baik. Pada resolusi 320x240 30fps, video tampil mulus, dan suara orang yang direkam juga terdengar cukup kuat. Namun pada resolusi lebih tinggi, 640x480, tayangan video mulai terlihat kurang solid, kendati tetap mengalir mulus.

Sedangkan saat dioperasikan sebagai perekam suara mandiri, hasilnya cukup baik: suara terekam kuat, dan jelas, dengan syarat sumber suara berada tepat di depan mikropon internal, alias di depan layar. Suara sekitar tidak akan terdengar. File suara ini direkam dalam format WAV.
***


Sungguh, Toshiba NB200ini menyenangkan saat dipakai. Fisiknya aduhai, keyboard-nya lega, plus ada tambahan fitur charge and sleep pada salah satu port USB 2.0-nya. Daya tahan batere 3-cell-nya agak di atas rata-rata notebook mini (netbook) yang pernah kami uji. Namun ini kemungkinan juga akibat penggunaan prosesor Intel Atom N280, bukan N270. Pengisian batere sendiri membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Selain dalam warna coklat (satin brown), notebook mini generasi kedua Toshiba ini akan hadir dalam warna snow white, indigo blue dan silky pink. Satu hal yang agak kami sayangkan, NB200 ini lumayan hangat jika dipangku berlama-lama sehingga disarankan untuk menggunakan ‘tatakan’ yang banyak dijual, seperti meja lipat yang terbuat dari alumunium.



PLUS: Casing anti jejak sidik jari; fitur sleep-n-charge pada USB; shock absorber pada harddisk; ringan; kokoh.

MINUS: Speaker kurang bertenaga; slot RAM hanya satu; batere 3-cell.



SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja: 4,6
Fasilitas: 4,2
Penggunaan: 4,3
Harga: 3,9
SKOR TOTAL: 4,28


UPDATE Hasil Uji

Sebenarnya kurang adil membandingkan Toshiba NB200 dengan Zyrex Bee106P atau Lenovo S10. Maklum kendati chipset-nya sama, prosesornya beda kelas – kendati sama-sama 1,66GHz. Selain itu tipe memorinya pun beda. Namun karena belum ada produk uji lain yang menggunakan Atom N280, terpaksalah kami membandingkannya.

Secara kinerja, Toshiba NB200 cukup bersinar. Bahkan encoding audio-nya lebih unggul. Kinerja videonya pun cukup baik, seperti terlihat pada skor 3DMark 2006. Kendati baterenya lebih kecil dibandingkan milik Zyrex yang 4400mAh atau Lenovo yang 2522mAh, daya tahannya tidak terpaut terlalu jauh. Bahkan dibandingkan milik Lenovo, baterenya sedikit lebih awet.

Uji


Toshiba NB200 (Intel Atom N280 1,66GHz, RAM 1GB, Intel Calistoga GME i945GME, 10,1”, Win XP Home SP3)


Zyrex Bee106P (Intel Atom N270 1,66GHz, RAM 1GB, Intel Calistoga GMEi945GME, 10,2”, Win XP Home SP2)


Lenovo S10 (Intel Atom N270 1,66GHz, RAM 1GB, Intel Calistoga GMEi945GME, 10”, Win XP Home SP3)
Kinerja






Cinebench R10

866 CB-CPU

843 CB-CPU

815 CB-CPU


17 menit 1 detik

17 menit 29 detik

18 menit 4 detik
Encoding Video

56 menit

56 menit 55 detik

58 menit 56 detik
Encoding Audio

9 menit 22 detik

14 menit 8 detik

14 menit 25 detik
3DMark 2006

91

87


-
Daya Tahan Batere






Memutar HD Video

2 jam 5 menit

2 jam 24 menit 30 detik


1 jam 50 detik 36 detik
Battery Eater 05

2 jam 6 menit

2 jam 23 menit 40 detik

2 jam



SPESIFIKASI Toshiba NB200
Prosesor: Intel Atom N280 1,66GHz
RAM: 1GB DDR2 800 (maksimal 2GB)
Chipset: Intel Calistoga-GME i945GME
Kartu grafis: Intel GMA 950
Kartu Suara: Realtek High Definition Audio (ALC272)
Harddisk: Toshiba MK1655GSX 160GB
Optical drive: -
Fasilitas: LAN, Wi-Fi 802.11 b/g, Bluetooth, 2-in-1 card reader (SD/SDHC/MMC, 3 USB 2.0 (satu tipe Sleep&Charge), kamera Web 1,3MP, port VGA, jack mike, jack headhone
Layar: 10,1" WSVGA 1024x600 pixel
Sistem Operasi: Win XP Home Edition SP3
Batere: Li-Ion 3-cell 10,8V 25Wh
Dimensi: 26,3x19,23x (2,54 -3,225) cm
Bobot (termasuk batere 3-cell): 1,184kg
Garansi: 1 tahun (suku cadang dan ongkos)
Situs Web: www.pc-toshiba-asia.com
Harga kisaran*: Rp 5,99 juta
*Techking Enterprises Indonesia, (021) 638-56188.

Wiwiek Juwono



0 komentar:

Poskan Komentar