feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

feedburner count

October 1, 2007
Intel Core 2 Extreme QX6850

Intel menempatkan kata Core 2 Extreme QX6850, biasanya procesor dengan kata Extreme ditempatkan pada kelas tertinggi. Core 2 Extreme QX6850 memiliki 4 core dari 2 buah dual core didalam satu buah procesor.

Pada gambar dibawah ini , perbedaan dari Dual Core E6600 dibandingkan Core 2 Extreme QX6850. Gambar kiri adalah bagian adalah Core 2 Extreme QX6850 sedangkan gambar sebelah kanan dari E6600.

Pada artikel ini, kami tidak mengulas lebih dalam dari kemampuan Core 2 Extreme QX6850. Tetapi hanya menyajikan beberapa manfaat dan keunikan procesor quad core / 4 core yang diwakili oleh Core 2 Extreme QX6850.

Core 2 Extreme QX6850 memiliki 2 tingkat multiplier yang diaktifkan dari fitur BIOS pada setting EIST. Kecepatan procesor dalam kondisi idle adalah 2Ghz dengan multiplier terendah 6X dikalikan 333Mhz. Sedangkan posisi full load, maka Core 2 Extreme QX6850 dapat berlari sampai 3Ghz dengan multiplier 9X dikalikan 333Mhz.

Core 2 Extreme QX6850 terdiri dari 2 buah core 2 duo, memiliki 8MB L2 cache. Pada gambar dibawah ini dari capture informasi procesor Core 2 Extreme QX6850.

Untuk memeriksa kecepatan procesor, Core 2 Extreme QX6850 akan tampil pada task manager dengan 4 buah windows kecil yang menunjukan kinerja pada masing masing core.



Bulan September 2007, Intel sendiri resmi mengeluarkan chip-set baru yaitu X38. Ternyata terdapat keunikan pada chip-set baru tersebut. Pada setting BIOS sebuah mainboard Gigabyte GA-X38-DQ6, ternyata memiliki sebuah fitur baru. Disebut CPU Multi-Threading yang dapat diaktifkan atau di nonaktifkan.

Manfaat option ini adalah mematikan satu buah core bila pada procesor memiliki lebih dari satu core. Misalnya anda memilik procesor jenis Core 2 Duo dengan 2 core, maka dengan option tersebut dapat dinonaktifkan sebuah core. Jadi hanya single core saja yang bekerja pada computer. Uniknya bila anda mengunakan jenis Quad core atau 4 core pada sebuah procesor, maka dapat diaktifkan 3 core saja pada sebuah procesor quad core.



Dibawah ini testing dari Core 2 Extreme QX6850, dimana sebuah core dapat dimatikan. Pada tampilan CPUz akan menditeksi bahwa Core 2 Extreme QX6850 hanya memiliki 3 thread saja.

Demikian juga pada tampilan Task Manager, Core 2 Extreme QX6850 hanya bekerja dengan dual core sebuah dan single core saja. Sehingga task manager akan menampilkan 3 procesor dari 3 core.



Sisi Negatif pengunakan multicore lebih dari 2 core pada procesor

Core 2 Extreme QX6850 dengan 4 core, tidak akan bermanfaat tanpa didukung kemampuan aplikasi yang memanfaatkan thread multi proses. Bila alasan Intel mengeluarkan seri Extreme Edition dengan Core 2 Extreme QX6850 untuk aplikasi game, sepertinya procesor Core 2 Extreme QX6850 harus menunggu keluarnya game yang mampu memanfaatkan seluruh kinerja procesor.

Bila anda ingin mengunakan multi core procesor lebih dari 2 buah. Lihatlah kembali apakah aplikasi yang digunakan sudah mampu memanfaatkan seluruh core procesor. Bila tidak, maka mengunakan procesor dengan lebih dari 2 core hanya menjadikan computer boros listrik. Selain tipe 4 core procesor ternyata jauh lebih panas dibandingkan dual core

Sisi Positif pengunakan multicore lebih dari 2 core pada procesor

Kami tidak mengatakan kemampuan Core 2 Extreme QX6850 dibandingkan dengan E6600 memiliki kemampuan yang sama. Karena Core 2 Extreme QX6850 ternyata tampil beda pada sisis tertentu dibandingkan E6600 yang dioverclock ke 3Ghz. Sebaiknya tidak melihat score yang ada pada hasil benchmark, dan merasakan sendiri manfaat dari kemampuan 4 core seperti procesor Core 2 Extreme QX6850.

Mengunakan Core 2 Extreme QX6850 memang memiliki tampilan berbeda. Misalnya pada test game COH, dimana seluruh detail ditingkat pada setting tertinggi kecuali fitur AA. Game bekerja lebih mulus tanpa sentakan berarti. Ketika efek game tampil dengan VGA, tampilan gambar tetap dapat dipertahankan, dibandingkan E6600 ternyata sedikit tersendak beberapa saat ketika efek gambar berat tampil dilayar permainan.

Alasan lainnya, dengan multi core ternyata proses sebuah core akan selalu didampingi oleh core yang lain. Sehingga tampilan pada game lebih mulus dan lebih nyaman dimainkan. Disinilah posisi Core 2 Extreme QX6850 oleh kami dapat dijadikan pilihan, bila anda ingin menampilkan permainan game berbeda dibanding procesor dual core.

Sisi lain pada aplikasi, Core 2 Extreme QX6850 dapat tampil lebih baik dengan menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Core 2 Extreme QX6850 dipastikan lebih mampu dan lebih cepat memproses tugas dari beberapa aplikasi.

Untuk konsumsi power, hal ini sangat relatif. Core 2 Extreme QX6850 dengan multiplier 6X - 9X, akan berada diposisi multiplier 6X ketika procesor idle. Konsumsi listrik untuk seluruh sistem computer memerlukan 200W dan sedikit diatas Core 2 Duo E6600 dengan pemakaian listrik 186W. Atau hanya berbeda 15W diantara kedua procesor diposisi idle.

Selisih pemakaian power pada kecepatan procesor idle dari multiplier 6X / 2Ghz ke full load 9X / 3Ghz, meningkatkan pemakaian konsumsi power dari 50W sampai 60W saja. Me-nonaktifkan sebuah core ternyata tidak terlalu efektif, karena hanya menghemat 5-10W pemakaian AC listrik.


Result

Mengunakan Core 2 Extreme QX6850 atau procesor jenis 4 core lainnya, membuat kinerja aplikasi lebih cepat dan kemampuan computer tampil beda dibandingkan kemampuan computer dengan procesor dual core. Bila kenyamanan, performa computer yang dipilih, jenis 4 core procesor seperti Core 2 Extreme QX6850 dapat dijadikan pilihan.

Asalkan pemakai procesor dengan 4 core benar benar dapat dimanfaatkan. Seperti kemampuan dari aplikasi yang digunakan yang menunjang kemampuan multi thread untuk quad core procesor. Hal lain adalah biaya lebih yang harus dibayar untuk memanfaatkan procesor 4 core seperti Core 2 Extreme QX6850. Karena procesor 4 core akan lebih boros mengunakan power, disamping panas lebih tinggi dibandingkan procesor dual core.

Sumber : Obengware

Filed under Procesor by Dewa Bali Indo



0 komentar:

Poskan Komentar